Laman

Translate Here!!!

13 Mei 2012

Mantan Nyatakan Cinta, Terima atau Tidak?


Dilema selalu melanda saat mantan kekasih kembali menyatakan cinta. Segala benteng pertahanan yang sudah disusun seolah runtuh. Sebaiknya diterima atau tidak? 

Daripada bimbang terlalu lama, berikut ini beberapa hal yang harus dipertimbangkan.

1. Ingat kembali alasan putus
Coba ingat kembali apa yang menjadi alasan perpisahan Anda dulu. Apakah emosi sesaat, atau sesuatu yang merupakan prinsip. Jika emosi sesaat, mungkin Anda bisa memikirkan untuk kembali pada mantan. Tapi jika alasannya adalah sesuatu yang prinsip, maka perlu Anda pikirkan baik-baik. Kecuali salah satu dari Anda ada yang mau mengalah pada prinsip yang selama ini dipegang.

2. Pikirkan perasaan Anda
Saat berpisah, rasa sedih pasti melanda. Saat mantan menyatakan cinta, seringkali kita masih terbawa perasaan. Jangan sampai perasaan itu membuat Anda tak berpikir panjang. Benarkah Anda masih mencintainya, atau hanya terbawa perasaan belaka. Jangan sampai melakukan kesalahan untuk kedua kali.

3. Uji sang mantan
Kadang kala alasan perpisahan adalah karena mantan Anda memiliki kesalahan. Pastikan bahwa mantan Anda telah berubah menjadi lebih baik. Jangan sampai kebiasaan buruknya dulu (yang menjadi alasan putus) muncul kembali. 

Menjalin cinta dengan mantan bukanlah hal yang salah. Bisa jadi memang ia jodoh Anda. Tapi jangan sampai Anda menerima pernyataan cintanya karena emosi sesaat atau takut kesepian. Ingat, cinta bukanlah bahan untuk mainan!

Agar Stres Tak Menganggu Kerja

Kerja dan stres terkadang tak bisa dipisahkan. Merasakan stres saat bekerja juga merupakan hal yang wajar. Namun jangan sampai stres itu menjadi berlebihan dan menganggu kondisi psikologis Anda.

Berikut beberapa kiat agar rasa stres bisa tetap terkontrol.

Temukan sumber stres
Anda stres karena pekerjaan menumpuk, atau kurang waktu bersama keluarga? Temukanlah dengan cepat apa yang menjadi sumber stres. Jika pekerjaan terlalu banyak, Anda bisa membuat daftar prioritas mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Membuat jadwal juga bisa membuat manajemen waktu Anda lebih baik, sehingga pekerjaan tidak menumpuk. Jika memang Anda sudah merasa terlalu letih, tak ada salahnya untuk mengambil cuti sejenak dan mengistirahatkan otak dan fisik Anda.

Ubah gaya hidup
Sudah banyak penelitian yang mengungkap bahwa gaya hidup yang sehat dapat mengurangi stres. Sempatkan diri untuk berolahraga di sela-sela kesibukan. Makanlah makanan yang bergizi. Kurangi kebiasaan minum alkohol atau merokok, karena dua hal tadi membuat stres Anda semakin parah.

Tidur cukup
Kurang tidur dapat memperparah tingkat stres. Pastikan waktu tidur Anda mencapai 5-6 jam sehari. Saat tidur cukup, badan akan menjadi segar, otak pun kembali prima. Anda juga siap menjalani berbagai tantangan dalam pekerjaan.

Berbicara pada atasan
Jika memang jumlah pekerjaan dan tanggung jawab Anda sudah tak masuk akal dan berlebihan, ada baiknya untuk membicarakan hal ini pada atasan. Mungkin atasan bisa memberi jalan keluar, misalnya mendelegasikan sebagian tugas ke rekan kerja yang lain. Jangan sampai beban kerja yang berlebihan membuat Anda sakit baik dari segi fisik maupun mental.

Analisa jenis pekerjaan
Jika semua hal di atas sudah dilakukan namun Anda masih mengalami stres berat, coba analisa kemauan sserta kemampuan Anda. Mungkin saja bidang kerja yang selama ini Anda lakukan bukan profesi yang cocok dengan kemauan dan kemampuan Anda. Konsultasikan juga hal ini dengan bagian personalia di kantor. Mungkin saja Anda bisa ditempatkan di bidang lain yang lebih sesuai.

Semoga sukses!

8 Bahan Makanan Termahal di Dunia...WAW!!

Waw..
Anda mungkin akan menggelengkan kepala tak percaya jika mengetahui ada bahan makanan yang harganya mencapai puluhan juta rupiah.kira-kira berapa harganya ya??? yukkkk
cek it out...

1. Buah Termahal di Dunia: Yubari King Melon 



Sama seperti daging Kobe yang hanya diproduksi di kota Kobe, Jepang, melon Yubari King juga hanya dibuat oleh petani-petani di Yubari, Jepang. Ini adalah buah hasil persilangan dua jenis melon, menghasilkan melon kuning yang manis, besar, dan bentuknya proporsional. Melon Yubari King biasanya dijual sepasang, dengan harga Rp 450 ribu hingga hampir Rp 1 juta.

2. Jamur Termahal di Dunia: Jamur Truffle Putih 

Hingga saat ini belum ada orang yang berhasil menanam atau membudidayakan jamur truffle putih. Jamur ini hanya bisa didapatkan di hutan di Italia Utara pada bulan September dan Desember. Setengah kilogram jamur jenis ini dijual dengan harga paling murah Rp 27,5 juta.

3. Produk Unggas Termahal di Dunia: Sarang Burung Walet 


Sarang yang dibuat dari air liur burung walet ini biasanya akan melebur di dalam sup kental yang tak hanya lezat tapi juga tinggi nutrisi. Bahan makanan ini mahal karena burung walet butuh waktu 2 bulan untuk membuatnya, dan tiap burung hanya membuat 2-3 sarang setiap tahun. Untuk mendapatkannya pun prosesnya tak mudah karena petani harus mengambilnya dari lekuk dan lorong-lorong gua yang sulit diraih. Sarang burung walet hanya bisa didapat di negara-negara di Asia Tenggara termasuk Indonesia, dan Cina yang sengaja membangun rumah burung raksasa untuk memelihara burung walet. Di pasaran internasional, harganya mencapa Rp 183 ribu untuk satu buah sarang.

4. Penyedap Masakan Termahal di Dunia: Aceto Balsamico Tradizionale 


Cuka balsam adalah bahan masakan penting yang dipakai banyak koki. Namun cuka balsam tradisional yang hanya dibuat di Modena atu Reggio, Italia, ini hanya dipakai koki-koki papan atas di dunia karena harganya yang sangat mahal. Dibutuhkan anggur Trebbiano dalam jumlah yang sangat banyak untuk diolah dan difermentasikan selama 12-25 tahun sebelum akhirnya menghasilkan satu botol kecil cuka balsam tradisional ini. Harganya? Rp 1,8 juta untuk botol 100 ml.

5. Kopi Termahal di Dunia: Kopi Luwak




Biji kopi yang banyak ditemukan di Indonesia ini menghasilkan kopi dengan rasa yang lebih halus dan tidak terlalu pahit. Ini karena biji kopinya sudah difermentasikan di dalam perut luwak sebelum dikeluarkan bersama kotoran. Harga kopi luwak di pasar internasional mencapai Rp 4,5 juta rupiah untuk 0,5 kilogram.

6. Daging Termahal di Dunia: Jamón Ibérico de Bellota 



Jangan heran jika namanya seperti bahasa Spanyol, karena daging ini hanya bisa didapat di Spanyol. Jamón Ibérico de Bellota adalah daging kaki babi yang diawetkan. Bukan sembarang babi, tapi babi yang dibiarkan hidup bebas di hutan di bagian barat Spanyol yang kaya akan biji pohon ek, sehingga babi-babi ini hanya mengonsumsi biji ek, jamur liar, dan rerumputan. Bebas dari lemak. Setelah ditangkap, daging babi ini diawetkan selama 2 tahun sebelum akhirnya dijual ke pasaran dengan harga hampir Rp 800 ribu untuk 0,5 kilogram.

7. Bumbu Termahal di Dunia: Saffron 




Saffron adalah rempah yang harganya memang mahal, namun saffron jenis "Coupe" adalah yang termahal. Saffron jenis ini dijual dengan harga termurah Rp 90 ribu per gram, dan bisa mencapai Rp 275 ribu untuk yang kualitas terbaik.

8. Seafood Termahal di Dunia: Kaviar Ikan Terubuk 


Kaviar alias telur ikan yang diasinkan memang dikenal sebagai makanan mahal. Namun kaviar yang diambil dari ikan terubuk (sturgeon fish) adalah yang paling mahal dengan harga lebih dari Rp 4,5 juta untuk satu porsi. Kaviar ini mahal karena ikan jenis osetra surgeon butuh waktu 10 tahun untuk menghasilkan telur. Ikan ini juga langka dan termasuk spesies yang dilindungi, sehingga nelayan harus berhati-hati saat menangkapnya dan mengambil telurnya.

11 Mei 2012

12 Mei 2012

Hari Ini adalah hari ke dua sy belajar membuat blog  "All About Me"
masih banyak yang harus sy pelajari jika ingin membuat sesuatu yang menarik di blong sya

tp ini baru permulaan sy berharap di kemudian hari
saya bisa dapat seperti teman-temanku yang telah memulai terlebih dulu membuat blog...
saya harap para pembaca semua bisa mendapatkan sesuatu dari blog saya...

sekian hari ini...
terima kasih..^^

Meyvie Indriani

Upacara teh (Korea)

Hangeul 다례

Darye adalah bentuk upacara teh tradisional yang dipraktikkan di Korea. Darye adalah etika minum teh atau tatacara minum teh yang telah diwariskan oleh nenek moyang bangsa Korea sejak ribuan tahun lalu.

Upacara teh Korea bermula dari upacara teh Tionghoa dari Tiongkok. Bagian terpenting dari tatacara teh ini adalah bahwa menikmati teh ala Korea dipraktikkan dalam suasana formal namun santai dan tenang.

Upacara teh korea selain dimaksudkan untuk menemukan ketenangan dan harmoni dalam cepat berubahnya masyarakat Korea, juga untuk meneruskan tradisi lama bangsa Korea.

Sejarah

Rekaman sejarah pertama tentang upacara teh Korea mencatat tentang persembahan teh kepada arwah nenek moyang yang dilakukan tahun 661 M kepada mendiang Raja Suro, pendiri kerajaan Geumgwan Gaya (42 M – 562 M). Catatan sejarah dari Dinasti Goryeo (918 – 1392) menyebutkan bahwa persembahan teh dipraktikkan di vihara bagi mendiang biksu-biksu utama.

Pada zaman Dinasti Joseon (1492 – 1910), keluarga istana Yi dan kaum bangsawan meminum teh dalam tatacara sederhana, yakni tatacara minum teh harian yang dinikmati pada hari-hari biasa, sementara tatacara teh khusus dijalankan untuk peristiwa-peristiwa tertentu. Istilah seperti ini hanya ditemukan di Korea.

Di akhir periode Dinasti Joseon, rakyat biasa mulai menjalankan tatacara teh untuk hari biasa dan upacara persembahan, mengikuti tatacara teh Tionghoa dalam kitab Tatacara Keluarga karyaZhu Xi.

Peralatan

Perangkat teh

Upacara teh Korea mengikuti perubahan musim dan memakai peralatan dari keramik dan metal yang beragam. Upacara keagamaan turut berperan penting. Perangkat yang umum dipakai adalah peralatan dari batu, sementara di provinsi-provinsi yang memiliki tungku keramik, lebih banyak menggunakan keramik.

Sejarahnya mangkuk dan cawan tercipta juga untuk keperkuan upacara agama. Seladon, keramik hijau dan buncheong, keramik berukir untuk upacara teh Buddhisme; keramik putih untuk ritual Konfusianisme dan keramik yang lebih kasar untuk upacara shamanisme. Juga ada khusus yang diekspor ke Jepang yang dinamakan gohan chawan. Kecantikan tekstur permukaan kaca tipis (teknik glasir) sangat dikagumi dan ditiru. Keserempangan dari kreasi ini disebutkan untuk menambahkan kesan “kenyataan dalam momen kini” oleh para ahli teh.

Teknik glasir sangat kaya akan tekstur dan variasi warna yang dapat berubah-ubah berdasarkan musim dan pengaruh cahaya. Tanah liat berwarna cerah terutama dipilih untuk membuat seladon. Teknik khusus dalam glasir dipakai untuk meniru berbagai macam gambar seperti pohon bambu, batu-batuan di aliran sungai, batang-batang pohon, kulit manusia, detail pada mata macan, bunga persik sampai ilustrasi salju dan goresan elegan pada keramik putih.

Gaya keramik dan teknik glasir berbeda-beda dari zaman ke zaman. Desain lama masih dilestarikan dan ekspor ke Jepang masih signifikan dari akhir abad ke-16 sampai kini. Pengrajin keramik Korea seperti 2 bersaudara Yi Sukkwang dan Yi Gyeong memperkenalkan teknik yang dikenal dengan “gaya Hagi”. Keramik Joseon (Joseon Hagi) pun sangat terkenal karena bermutu tinggi.

Peralatan teh pada musim panas tersusun atas mangkuk katade yang berukuran tinggi 5 cm dan lebar 12 cm. Ukurannya dibuat memiliki permukaan terbuka maksimal untuk mendinginkan air mendidih. Air panas yang dituangkan ke mangkuk dibiarkan sedikit mendingin, lalu dituangkan ke poci. Air sengaja didinginkan karena menuangkan air yang terlalu panas dengan daun teh akan akan membuat rasa teh lebih pahit. Dengan kedua tangan, teh dituangkan ke dalam cawan-cawan bertutup, yang diletakkan di atas meja pernis. Teh diminum dengan mengangkat cawan menutupi mulut agar tidak terlihat. Teh yang disajikan pun dingin.

Perangkat minum teh musim gugur dan musim dingin terbagi atas mangkuk yang lebih tinggi dan ramping (irabo), yang dapat mempertahankan kehangatan. Biasanya berbentuk spiral, dangkal dan bibir yang tinggi. Daun teh dicampur air panas di mangkuk lalu dituang ke dalam poci yang dihangatkan kemudian baru dituangkan ke masing-masing cawan bertutup. Teh disajikan panas, kemudian dituangkan sedikit demi sedikit dari cawan ke cawan supaya rasa teh tidak terkonsentrasi pada satu cawan.

Tidak seperti perangkat teh Tionghoa, tak satupun perangkat teh korea yang dinilai memiliki bunyi musikal yang unik. Penilaian lebih diberikan untuk bentuknya yang alami, warna serta emosi yang dikandungnya.

Tata cara teh

Penataan meja untuk upacara teh Korea pada meja yang rendah.

Bagian utama dari tatacara teh korea adalah suasana yang ringan dan santai, dengan sedikit etika formal dan aturan baku, selingan pembicaraan ringan, lebih bebas dan tidak kaku dan kemudahan dalam menikmati berbagai jenis teh dan keramahtamahan tuan rumah.

Hal ini membuat desain rumah teh lebih bermacam-macam, juga penggunaan desain dan perangkat yang beragam, variasi pilihan teh, serta makanan ringan yang disajikan sesuai musim.

Umumnya air diambil dari sumber air terbaik dan pada zaman dahulu semua rumah teh terkenal memiliki sumber air murninya masing-masing. Air direbus dengan kayu api dan siap disajikan.

Upacara teh selalu diadakan untuk memperingati hari-hari penting seperti ulang tahun, hari-hari besar, reuni dengan teman lama juga dalam rangkaian meditasi.

Karena teh yang digunakan adalah teh hijau, maka teh berdaun kecil jarang digunakan.

Dalam preparasinya, upacara minum teh Korea dilakukan di atas meja rendah dengan masing-masing tuan rumah dan tamu duduk di sisinya saling berhadapan. Tuan rumah pertama-tama akan membersihkan perangkat poci dan cawan, menghangatkan perangkat tersebut dengan air panas, menuangkan daun teh ke poci, lalu menuangkan air panas ke daun teh dan menuangkannya lagi kepada tamu sambil berbincang-bincang ringan. Sebelum dituangkan ke cawan, teh yang panas dibiarkan mendingin. Hal ini bergantung pada daun teh yang digunakan. Teh yang dipetik pada awal musim semi di bulan April akan didinginkan sampai suhu yang lebih rendah (60° - 65° C) daripada daun teh yang dipetik pada bulan Juni (70° - 75° C). Tamu harus menunggu sampai tuan rumah menikmati teh mereka dahulu sebelum meminum tehnya. Acara minum teh ini dapat memakan waktu berjam-jam, namun sangat terbuka dan santai, dan biasanya antara tuan rumah dan tamu akan dapat saling mengetahui lebih baik tentang masing-masing lewat percakapan yang menyenangkan. Tuan rumah akan membersihkan perangkat lagi saat acara minum teh selesai dan membiarkan perangkat teh berada di meja sepanjang tahun dan menutupnya dengan kain.

Jenis teh

Pertama kali upacara teh dipraktikkan, daun teh yang digunakan adalah teh hitam, sementara teh pu-erh yang disimpan lama, sangat terkenal di Tiongkok. Teh yang berusia lama sangat digemari di Korea, terutama teh Tiongkok, yang dikonsumsi para penghuni istana. Meskipun begitu, teh jarang disimpan lama. Orang Korea lebih menikmati teh segar yang baru dipetik. Pengimporan teh hijau untuk kegiatan religius Buddhisme turut memberi warna ragam teh dan tatacara teh ke Korea.

Jenis teh hijau sangat digemari seperti jenis jakseol dan jugro, lalu jenis lain seperti byeoksoryeong, cheonhachun, wujeon, dan okcheon. Selain itu ada pula minuman teh dari bahan lain sepertiteh krisan, teh daun kesemek, teh gandum dan sebagainya yang dinikmati sepanjang tahun.

Rasa teh Korea terbagi atas rasa-rasa berbeda: pahit, manis, asin, asam, dan tajam. Wilayah Jeju terkenal akan tehnya yang asin dikarenakan pengaruh angin laut, sementara dari wilayah daratan semenanjung dipengaruhi faktor iklim, cara mengolah daun teh serta rasa air yang digunakan.

Jenis upacara teh

Para biksu Buddha di zaman Goryeo mengadakan upacara teh untuk keperluan persembahan keagamaan. Namun para bangsawan Konfusius (yangban) selanjutnya mengembangkan tatacara tersebut menjadi keindahan dan seni yang dapat dinikmati kalangan yang lebih luas.

Terdapat 15 jenis upacara teh penting yang diselenggarakan, namun yang paling umum adalah:
Tatacara teh harian – tatacara minum teh harian yang dikembangkan dari zaman Dinasti Joseon.
Tatacara teh khusus – tatacara minum teh yang diadakan untuk menyambut tamu negara dan acara pernikahan anggota keluarga kerajaan.
Tatacara teh ratu – acara minum teh yang hanya dinikmati ratu, keluarga dan teman-temannya

Malcha, bubuk teh hijau yang diasosiasikan dengan tatacara teh Jepang, juga digemari di Korea, terutama bagi para penganut Buddha. Konon, para biksu meminum teh malcha saat melakukan meditasi berhari-hari tanpa tidur. Malcha mengandung lebih banyak zat-zat bergizi dibanding teh biasa (ip-cha). Penikmat sejati teh disebut “da-in” (orang teh), yang mana menikmati manfaat dan filosofi kandungan teh. Dengan menyebarnya agama Kristen di Korea, di banyak kalangan masyarakat, tatacara teh sudah ditinggalkan.

Perkembangan kini

Upacara teh di zaman sekarang sebenarnya adalah restorasi dan kebangkitan dari budaya dan tatacara teh lama Korea. Dari yang serius dalam pengembalian nilai dan filosofi teh tradisional, pada tahun 1979, seorang master teh Korea, Myung Won dan putrinya Kim Mi-hee mengadakan penelitian dan konferensi akademis tentang budaya teh Korea. Lalu tahun 1980, ia mempraktikkan untuk pertama kalinya di depan publik tatacara dan prosedur upacara teh Korea di gedung Pusat Budaya Sejong, yakni tatacara teh istana, tatacara teh agama Buddha,tatacara teh menyambut tamu, dan tatacara teh harian. Pewaris tradisi yang direstorasi Myung Won adalah putri keduanya, Kim Eui-jung yang juga adalah master tatacara teh istana yang merupakan Aset Budaya Tak berbentuk nomor 27 Korea Selatan.

Dengan diketahuinya manfaat dan khasiat teh serta meningkatnya kesadaran tentang pelestarian budaya tradisional, semakin banyak kalangan masyarakat Korea yang mulai mempraktikkan tatacara teh tradisional.

Insitut Panyaro

Pada tahun 1981 Institut Panyaro untuk Promosi Tatacara Teh didirikan oleh master teh Chae Won-hwa untuk menghidupkan karya besar dari seorang master teh Korea, biksu Hyodang yang menghabiskan 60 tahun hidupnya untuk menyebarkan pengajaran Buddhisme dengan didikan master spiritual Korea, Biksu Wonhyo dengan menerapkan metode tatacara teh untuk meditasi.

Hyodang berkontribusi dalam 3 jenis tatacara teh: ia menerbitkan buku tentang tatacara teh Korea berjudul “Tatacara Teh Korea”, karya yang masih mendapat antusiasme masyarakat pencinta teh. Kedua, ia membuat metode khusus untuk menghasilkan jenis teh hijau yang disebut panyaro. Lalu ia mendirikan lembaga para pencinta teh Korea “Asosiasi Korea untuk Tatacara Teh”.

Hyodang juga untuk pertama kalinya menguak kisah hidup Biksu Cho-ui dari abad ke-19, yang juga adalah master teh Korea. Seperti Hyodang yang membangkitkan tradisi teh Korea pada saat itu, Hyodang berjasa atas restorasi di masa modern.

Pada tahun 1995 Intitut Panyaro yang dipimpin Chae Won-hwa mengadakan upacara kelulusan bagi para pelajar yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan khusus mengenai tatacara teh Korea.

Perayaan Hanami

Perayaan Hanami merupakan salah satu perayaan tahunan di negara Jepang yang ada pada musim semi, tepatnya pada bulan April.

Perayaan Hanami ini adalah perayaan untuk melihat bunga sakura, yang merupakan Bunga khas dari negara Matahari Terbit. Budaya merayakan mekarnya bunga ini, tidak adda di negara Indonesia.

Hanami, merupakan perayaan yan gdiselenggarakan secara sederhana akan tetapi dengan kesederhanaanya itu, perayaan hanami justru menjadi kesenangan terbesar bagi orang-orang Jepang dalam setahun kehidupan mereka.

Budaya seperti ini yang sudah mulai luntur pada diri sebagian masyarakat Indonesia. Dewasa ini, masyarakat Indonesia, pada umunya masyarakat ekonomi kelas atas, lebih suka mencari kesenangan dengan cara menghambur-hamburkan uang, seolah kemewahan merupakan simbol mutlak dari kebahagiaan. Padahal dari kesederhanaan seperti yang yang terdapat pada perayaan hanami di Jepang itu juga bisa tercipta kebahagiaan tersendiri, karena pada saat perayaan hanami, orang-orang Jepang tidak hanya sekedar menikmati keindahan bunga sakura, akan tetapi orang-orang Jepang juga mempunyai waktu tersendiri untuk berkumpul bersama keluarga dan orang-orang tersayang.



Perayaan Hanami yang dalam sejarah berarti melihat-lihat bunga sakura, dalam perkembangannya perayaan ini lebih bersifat sebagai ajang rekreasi.

Bisa kita bayangkan kebahagiaan orang-orang Jepang pada saat mereka merasakan kehangatan berkumpul bersama keluarga diantara rimbun pepohonan sakura yang sedang mekar. Sebuah rekreasi keluarga dalam kehangatan budaya tradisional yang tidak goyah oleh hadirnya gaya hidup modern. Kenyataan ini sungguh berbeda dengan keadaan masyarakat Indonesia. Budaya Indonesia yang ketimuran justru mulai terkikis oleh hadirnya budaya-budaya barat yang menyebabkan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat kota, terkesan menjadi masyarakat yang individual. Mereka terlalu sibuk dengan pekerjaan masing-masing, sehingga jarang mempunyai waktu untuk berkumpul bersama keluarga.

Perayaan Hanami ini tidak bisa dianggap sebagai perayaan yang biasa, karena meskipun sekedar menyaksikan mekarnya bunga sakura, dengan adanya perayaan hanami menunjukkan kecintaan masyarakat Jepang terhadap bunga sakura.

Perayaan semacam ini mungkin tidak bisa kita jumpai di negara-negara lain, yang menakjubkan adalah masyarakat Jepang tetap melestarikan Budaya hanami, meskipun di era modern ini banyak pilihan tempat untuk bersantai bersama keluarga, misalnya dengan pergi ke tempat karaoke.

Masyarakat Jepang tetap memilih berkumpul dan bersantai bersama keluarga di bawah pohon sakura sambil menikmati keindahan bunga sakura.

Keteguhan masyarakat Jepang dalam melestarikan budaya tradisional mereka, patut untuk diteladani. Tidak hanya hanami, kebiasaan berkirim nengajo (kartu pos) pada saat tahun baru dan menjelang musim panas juga tetap berlangsung ditengah masyarakat Jepang. Sekalipun kecanggihan teknologi telah memungkinkan mereka untuk meninggalkan kartu pos, tapi masyarakat Jepang masih melaksanakan budaya tradisional tersebut.

Hal-hal tersebut itulah yang sering terlupakan oleh sebagian masyarakat lain, katika mereka disibukkan dengan rutinitas pekerjaan, mereka tidak lagi mempunya waktu khusus untuk berkumpul bersama keluarga.

Begitu juga ketika kecanggihan teknologi telah merambah masyarakat modern, hanya sebagian kecil dari mereka yang tetap menggunakan jasa kantor pos untuk berkirim kartu pos ataupun surat.

Harusnya kita bisa bercermin pada orang-orang Jepang bagaimana meraka tetap mampu melestarikan budaya tradisional tersebut. Karena dari hal-hal sepele seperti itulah akan tercipta kesempurnaan, akan tetapi kesempurnaan bukanlah hal yang sepele.

Berbicara tentang hanami tentu tidak akan terlepas dari bunga sakura. Konon kabarnya bunga sakura hanya mekar selama tujuh sampai sepuluh hari.

Secara umum bunga sakura bermekaran dimulai dari daerah selatan yang berudara lebih hangat, yaitu di pulau Okinawa, kemudian merambat ke utara, dan berakhir di Hokkaido. Pada sebuah web di internet pernah dijelaskan bahwa hikmah besar mengenai kehidupan ini tersimpan pada keberadaan bunga sakura. Di balik ukurannya yang mungil, bunga yang memiliki berbagai mcam variasi warna, yang pada setiap tangkainnya berkembang lima hingga ratusan bunga ini telah memberi contoh pada kita bahwa hal-hal kecil jika dirangkai dalam sebuah untaian besar dapat memberi sebuah keindahan, dan hal-hal kecil berarti besar bila dipadukan. Bisa jadi karena beberapa keistimewaan yang terdapat pada bunga sakura itulah, mengapa orang-orang Jepang begitu antusias merayakan hanami untuk menyaksikan mekarnya bunga sakura yang hanya berlangsung selama tujuh sampai sepuluh hari.

Semoga saja kelak dalam perjalanan hidup kita bisa turut menjadi kuncup kecil yang bersatu bersama dengan yang lainnya untuk menciptakan indahnya kebersamaan, seindah kebersamaan orang-orang Jepang ketika merayakan hanami dibawah pohon sakura.

10 Tempat Wisata Menarik di Indonesia

1. Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat 


Rinjani memiliki panaroma yang bisa dibilang paling bagus di antara gunung-gunung di Indonesia. Setiap tahunnya (Juni-Agustus) banyak dikunjungi pencinta alam mulai dari penduduk lokal, mahasiswa dan pecinta alam dari mancanegara. Suhu udara rata-rata sekitar 20°C; terendah 12°C. Angin kencang di puncak biasa terjadi di bulan Agustus. Pada Juli, angin masih cukup lemah dan cuaca cukup cerah, sehingga pendakian ke puncak bisa dilakukan kapan saja.

2. Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur


Taman Nasional Komodo (TN. Komodo) merupakan kawasan yang terdiri dari beberapa pulau dengan perairan lautnya. Pulau-pulau tersebut merupakan habitat satwa komodo (Varanus komodoensis) yaitu reptil purba satu-satunya yang tersisa di bumi. Kondisi alamnya unik, terdapat padang savana yang luas dengan pohon lontarnya (Borassus flabellifer). 

3. Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat


Kepulauan Raja Ampat merupakan kepulauan yang berada di barat pulau Papua di provinsi Papua Barat, tepatnya di bagian kepala burung Papua. Kepulauan ini merupakan tujuan penyelam-penyelam yang tertarik akan keindahan pemandangan bawah lautnya. 

4. Kawah Ijen, Jawa Timur 



Kawah Ijen merupakan salah satu gunung berapi atraksi wisata di Indonesia. Kawah Ijen merupakan objek wisata terkenal, yang telah dikenal oleh para wisatawan domestik dan asing karena keindahan alam dan bahari. 

5. Carstensz Pyramid, Papua 


Indonesia patut berbangga dengan keunikan dan kekayaan alam serta tradisi masayarakatnya. Kali ini, Carstenz Pyramid atau yang bisa disebut dengan puncak jaya, juga berada di Papua. Puncak Carstensz ini merupakan puncak tertinggi di Australia dan Oceania. 

6. Gunung Anak Krakatau, Jawa Barat 


Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana yang, karena letusan pada tanggal 26-27 Agustus 1883, kemudian sirna. Letusannya sangat dahsyat dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. 

7. Gunung Bromo, Jawa Timu


Gunung Bromo merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif. 

8. Gunung Kelimutu, Nusa Tenggara Timur 


Gunung Kelimutu adalah gunung berapi yang terletak di Pulau Flores, Provinsi NTT, Indonesia. Lokasi gunung ini tepatnya di Desa Pemo Kecamatan kelimutu, Kabupaten Ende. Gunung ini memiliki tiga buah danau kawah di puncaknya. Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu. 

9. Taman Laut Bunaken, Sulawesi Utara 


Taman laut Bunaken memiliki 20 titik penyelaman (dive spot) dengan kedalaman bervariasi hingga 1.344 meter. Dari 20 titik selam itu, 12 titik selam di antaranya berada di sekitar Pulau Bunaken. Dua belas titik penyelaman inilah yang paling kerap dikunjungi penyelam dan pecinta keindahan pemandangan bawah laut. 

10. Danau Toba, Sumatra Utara 


Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer (danau vulkanik terbesar di dunia). Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir. Danau Toba sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Sumatera Utara selain Bukit Lawang dan Nias, menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.